Uang Kertas 100 trilyun dolar Zimbabwe nilainya cuma US$ 5 (Rp 45.000)! Orang harus bawa setumpuk uang untuk belanja sehari2. Ini pemiskinan massal. Kezaliman thd rakyat!
"...Allah Tahu, sedang kamu tidak tahu!" [Al Baqarah 216]
Islam adalah agama yang lengkap dan sempurna. Dalam hal ekonomi atau mata uangpun Allah dan RasulNya mengajarkan kepada kita sehingga bisa didapat masyarakat yang sejahtera. Meninggalkannya hanya akan mendapat murka di dunia dan juga diakhirat. Islam mengajarkan kita untuk memakai uang emas Dinar (4,25 gram emas 22 karat), uang perak Dirham (2,975 gram perak), dan uang Fulus (koin tembaga atau logam lain yang nilainya di bawah Dirham).
Satu penyebab kemiskinan adalah inflasi. Yaitu turunnya nilai mata uang dibanding dengan harga barang-barang yang jadi kebutuhan rakyat. Sebagai contoh, tahun 1990 harga nasi+telor di warung Tegal paling cuma Rp 500. Di tahun 2013 ini nilainya jadi Rp 8.000. Padahal banyak orang yang gajinya tidak naik selama kurun waktu tersebut. Kalau pun ada yang naik, tidak sebesar kenaikan harga barang.
Artinya jika dengan uang Rp 45 ribu orang bisa makan 90x (3x sehari) pada tahun 1990, maka pada tahun 2013 dia hanya bisa makan 5x (2 hari) saja!
Kemandirian Ekonomi
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” [An Nisaa’:144]
Ayat Al Qur’an di atas memerintahkan ummat Islam untuk melarang orang-orang Kafir masuk kota Mekkah meski perekonomian waktu itu bergantung pada mereka. Sebagian takut miskin. Tapi Allah mengatakan jangan khawatir jadi miskin karena Allah justru akan menjadikan mereka kaya. Dan buktinya penduduk Mekkah hingga saat ini menjadi kaya, karena mereka menikmati perekonomian mereka. Tidak didominasi oleh perusahaan asing.
Ada 1,2 milyar ummat Islam. Jika tiap orang berbelanja Rp 10 juta/tahun, maka ada Rp 12.000 trilyun/tahun. Jangan biarkan uang itu lari ke AS dan Israel karena uang anda akan dibelikan pesawat, tank, peluru untuk membantai ummat Islam di Afghanistan, Iraq, Palestina, dan sebagainya.
Buat perusahaan-perusahaan AS dan pendukung Israel bangkrut karena produknya tidak laku dijual.
Di sini ditulis berbagai produk yang mendukung agresi militer AS dan Israel untuk membantai ummat Islam. Di sini juga ada produk alternatif yang bisa anda gunakan.
IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru/rudal, tapi dengan wabah kelaparan
Andres Perez, Mantan Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000
11,5 juta penduduk Indonesia kurang gizi/kelaparan
FAO, MS Encarta 2006
Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.
Bagi yang ingin agar meroketnya harga minyak dan penjajahan AS di Iraq dan Afghanistan dihentikan, mohon sebarkan tulisan ini:
To read and sign the petition, click:
http://www.petitiononline.com/OilPrice/petition.html
Petition Stop the Rocketing Oil Price And US Occupation in Iraq and Afghanistan!
To: US Congress and US Government
VOA news said that US Congress call 5 biggest oil companies due to the rocketing oil price while the oil companies’ profit reach US$ 123 billions.
Setiap tahun antara tanggal 8-12 Dzulhijjah sekitar 3 juta jemaah haji dari berbagai dunia menunaikan ibadah haji. Meski ibadah haji dapat diselesaikan dalam waktu 5 hari, namun umumnya jemaah haji tinggal di Arab Saudi (kota Jeddah, Mekkah, dan Madinah) dalam waktu antara 14 hari (ONH Plus) hingga 40 hari menunggu antrian keberangkatan dan kepulangan.
Setelah tanggal 13 Dzulhijjah umumnya para jemaah haji tinggal di Madinah untuk menunaikan sholat arba’in (40 waktu) selama 8 hari. Jadi antara tanggal 14-22 Dzulhijjah mereka tinggal di Madinah. Setiap masuk waktu sholat, mereka sholat berjama’ah di masjid Nabawi.
Sesungguhnya dalam ibadah haji itu tentu ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Allah mempersatukan jutaan ummat Islam di satu tempat pada waktu yang sama tentu bukan hanya untuk bertemu, tapi juga bersilaturrahim. Membentuk ukhuwah Islamiyah. Persaudaraan Muslim.
Baru-baru ini saya membaca tulisan anjuran kaya dari seorang ustad yang terkenal. Di antaranya ustad tersebut beralasan dengan jadi kaya kita bisa hidup enak, makan makanan yang enak, mobil mewah, bahkan pesawat jet pribadi.
Di sisi lain banyak rakyat di negara kita yang bunuh diri karena miskin (lihat www.infoindonesia.wordpress.com). Seharusnya niat kita mencari rezeki adalah untuk membayar zakat dan membantu orang miskin dengan tetap hidup sederhana. Bukan niat jadi kaya agar bisa hidup mewah dan bermegah-megahan seperti digambarkan
Salah satu sumber krisis moneter utama yang dialami oleh negara kita adalah penggunaan mata uang kertas yang tidak ada harganya, sehingga mudah dijatuhkan. Sebagai contoh, pada tahun 1998 spekulan valuta asing George Soros yang merupakan turunan Yahudi dengan lembaga Quantum Fund-nya berhasil menjatuhkan berbagai mata uang kertas seperti Ringgit Malaysia, Won Korea, Thailand, Indonesia, dan sebagainya. Mata uang rupiah jatuh dari Rp 2.200 per 1 US Dollar menjadi Rp 16.700 per 1 US Dollar hanya dalam tempo beberapa bulan saja.
Sesungguhnya Pasar Modal itu halal jika bertujuan untuk mempertemukan antara pengusaha yang memerlukan modal dengan investor yang kelebihan uang, sehingga sektor real bisa bangkit. Dengan cara ini, maka produksi, baik barang maupun jasa bisa meningkat untukk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Hal seperti itu halal, dengan catatan tidak ada gharar (penipuan) atau riba yang mengurangi hak dan merugikan investor.
Dinar adalah mata uang emas dengan berat 4.25 gram yang biasa digunakan di zaman Nabi. Nilainya tetap/stabil tidak jatuh dimakan inflasi karena bergerak bersama dengan harga emas. Sebagai contoh menurut satu hadits (Bukhari) harga 1 ekor kambing pada zaman Nabi sekitar 1 dinar (saat ini sekitar Rp 900 ribu). Ternyata saat ini nilainya pun tidak jauh beda. Harga satu kambing sekarang juga sekitar satu dinar.
Selain dinar emas, ada juga dirham perak yang terbuat dari perak murni seberat 3 gram yang saat ini nilainya sekitar Rp 33.000.
Anda dapat menukar koin dinar emas/dirham perak di Wakala-wakala terdekat berikut ini:
Di MetroTV Rabu 3 September 2007 saya lihat bahwa Exxon berkeras menguasai 100% hasil gas di Natuna dengan alasan biaya operasionalnya tinggi. Padahal teman2 saya yang ke sana menyaksikan bagaimana fasilitas karyawan Exxon sangat mewah. Exxon sendiri meng
Nabi Muhammad SAW bersabda: ”An-Naas syurokaa fi tsalatsin, fil-maa wal-kalaa wan-naaro.” Manusia berserikat dalam tiga hal yaitu air, rumput, dan api. (HR Imam Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah).
Pada kenyataannya, di Indonesia banyak petani yang hanya punya lahan kurang dari 0,5 hektar. Bahkan ada yang tanahnya dirampas oleh pengusaha besar atau yang lainnya. Tak heran jika di Sumatera Utara ada demo yang menyatakan bahwa “Tanah untuk Rakyat”.
Ada yang mengatakan bahwa Grameen Bank yang dikelola pemenang Nobel Muhammad Yunus di Bangladesh bukan Bank Syari’ah. Namun saya melihat Grameen Bank pada beberapa sisi justru lebih Islami daripada sebagian Bank Syariah yang ada di Indonesia.
Pertama Grameen Bank tidak membutuhkan jaminan. Jadi orang miskin, khususnya wanita, bisa meminjam tanpa perlu memberi jaminan. Nah di Indonesia, jangankan tanpa jaminan, rumah di dalam gang saja ada bank Syariah yang tidak mau menerima sebagai jaminan. Hebatnya meski tanpa jaminan, tingkat pengembalian nasabah Grameen Bank tetap tinggi!