Tampilkan postingan dengan label Akhlaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlaq. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 September 2014

Hati-hati Terhadap Doa Orang yang Dizalimi / Teraniaya


Meski Allah melarang kita mendoakan orang lain agar celaka / dapat bencana, namun khusus terhadap orang-orang yang dizalimi / dianiaya Allah membolehkannya. Jadi saat seseorang dizalimi dan disakiti dan dia mendoakan orang yang menyakitinya agar ditimpa musibah, Allah akan mengabulkannya.

Allah swt telah berfirman:

لا يحب الله الجهر بالسوء من القول إلا من ظلم وكان الله سميعا عليما


" Allah tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman tersebut ; dan Allah itu maha mendengar dan maha mengetahui." ( 148 : an-Nisa)

Jadi meski ada orang yang kafir atau jahat, hendaknya kita tetap berlaku adil. Tidak berlebihan dan menzalimi mereka. Sebab doa orang yang teraniaya meski mereka itu kafir dan jahat, tetap dikabulkan oleh Allah SWT.

Selasa, 12 Agustus 2014

Bersyukur Kepada Allah

Bersyukur artinya berterimakasih kepada yang memberi nikmat/hadiah kepada kita melalui hati yang tulus, dengan pujian secara lisan, dan perbuatan yang menyenangkan si pemberi nikmat tersebut.

Iman terbagi menjadi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. (HR. Al-Baihaqi)

Jika kita mendapat kurnia dari Allah, hendaklah kita ucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah).

Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya  “Laailaha illallah”. Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan  “Alhamdulillah”, jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan  “Astaghfirullah” dan jika ditimpa musibah dia berkata  “Inna lillahi wainna ilaihi roji’uun.” (HR. Ad-Dailami)

Rabu, 30 Juli 2014

Pentingnya Belajar Akhlaq / Tasawwuf

Selain Iman dan Fiqih, ada Akhlaq / Adab yang biasa disebut Tasawwuf yang juga penting dipelajari. Sebab Nabi Muhammad tidaklah diutus Allah ke dunia melainkan untuk menyempurnakan Akhlaq.
Dgn mulianya akhlaq ini, selain hati kita bersih, ucapan dan perbuatan kita juga bersih.
Di antara Kitab Tasawwuf yang penting adalah Ihya' 'Uluumuddiin susunan Imam Al Ghazali. Banyak dalil Al Qur'an dan Hadits di situ. Mungkin ada yang bilang, ah kitab itu ada salahnya. Semua kitab buatan manusia pasti ada salahnya sebab manusia itu sifatnya adalah salah dan lupa. Cuma Nabi yang maksum. Jika 50% haditsnya dhoif pun tak masalah selama tidak ingkar atau berlawanan dgn Al Qur'an dan Hadits2 Sahih lainnya. Para ulama berpendapat sekedar menyatakan keutamaan amal tidak mengapa. Dibilang Bid'ah juga kitab Al Qur'an yang kita pegang sekarang dgn tanda bacaannya itu sebagaimana pendapat Khalifah Abu Bakar ra dan Umar ra itu adalah bid'ah yang baik. Tauhid Uluhiyyah itu bid'ah juga bukan?

Sebab jika belajar agama, tapi mulutnya kotor dan banyak mengeluarkan caci maki atau fitnah, tentu ada yang kurang beres.

Akhlaq Nabi Muhammad SAW
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” [Al Ahzab 21]

Jumat, 15 November 2013

Larangan Berbisik dengan Meninggalkan Seorang yang Lain


Dari Ibnu Umar ra bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jikalau mereka -yakni yang sedang berada dalam majelis- itu bertiga orang, maka janganlah yang dua orang berbisik-bisik, meninggalkan orang yang ketiga -diajak pula-." (Muttafaq 'alaih) 
  
Dari Ibnu Mas'ud bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jikalau engkau semua bertiga orang, maka janganlah yang dua orang itu berbisik-bisik dengan meninggalkan seorang yang lain, sehingga engkau semua bercampur dengan orang banyak -yakni jumlah yang hadir itu ada empat orang atau lebih- supaya tidak menyebabkan kesedihan kepada orang yang tidak ikut diajak berbisik-bisik itu." (Muttafaq 'alaih)

Minggu, 29 September 2013

Islam Menyebar Kedamaian dan Keselamatan

Tiap sholat kita kan menebar Salam ke kanan dan ke kiri. MENEBAR KESELAMATAN DAN KEDAMAIAN.
Tiap melakukan sesuatu disunnahkan menyebut Bismillahir Rohmannir Rohiim. Dgn nama Allah yang MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG. Dianjurkan berbuat baik kepada TETANGGA (Muslim dan Non Muslim).
Jadi harusnya Islam itu menebar kedamaian. Masalah Aqidah itu urusan seseorang dengan Allah. Bukan urusan kita. Tidak ada paksaan dalam beragama (Al Baqarah 256).
Saat TETANGGA kita kelaparan, kita wajib menolongnya terlepas dia itu Muslim atau kafir. Tidak bisa karena kafir, malah kita sumpahin.

Rabu, 25 September 2013

Berbuat Baik Terhadap Sesama Manusia


Dalam Islam ada Hablum Minallahu dan Hablum Minan Nas. Hubungan dengan MANUSIA. Artinya kepada semua manusia kita harus baik. Jangan mentang2 kafir, kemudian kita zalimi. Kita hina dan kita bunuh. Perang hanya untuk membela diri. Bukan untuk menzalimi orang yang tidak menyerang kita. 

Do'anya seorang yang dizalimi terkabul meskipun dia orang jahat dan kejahatannya menimpa dirinya sendiri. (HR. Ahmad) 

Waspadalah terhadap do'a orang yang dizalimi. Sesungguhnya antara dia dengan Allah tidak ada tabir penyekat. (HR. Mashabih Assunnah) 

Rabu, 04 September 2013

Larangan Menyakiti dan Berbuat Zalim

Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu'min, lelaki atau perempuan, tanpa adanya sesuatu -kesalahan- yang mereka lakukan, maka orang-orang yang menyakiti itu menanggung kebohongan dan dosa yang nyata." (al-Ahzab: 58) 

Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash ra, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Seorang Muslim itu ialah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya -yakni selamat dari kekejaman perkataan serta perbuatannya-. Seorang muhajir -yang hijrah- ialah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah." (Muttafaq 'alaih) 

Selasa, 23 Juli 2013

Ciri-ciri Orang Munafik

Munafiq
Di antara ciri-ciri orang munafik adalah mengaku beriman, padahal tidak. Gemar berdusta. Mereka memusuhi ummat Islam dengan keji. Baik dengan lisan mereka, mau pun dengan tangannya. Tak jarang membunuh sesama Muslim. Agar bisa membunuh sesama Muslim, tak jarang mereka bersekutu dengan kaum kafir harbi Yahudi dan Nasrani seperti AS, NATO, dan Israel.
Mereka fasih membaca Al Qur'an dan Hadits. Namun tak melewati kerongkongan mereka. Artinya tidak paham dan tidak mengamalkannya. Mereka mengajak manusia untuk mengamalkan Al Qur'an dan Hadits. Padahal mereka sama sekali buruk dalam mengamalkannya. Allah dan RasulNya melarang kita Su'u zhon/buruk sangka, menghina Muslim, mengkafirkan Muslim, membunuh Muslim, bersekongkol dgn Yahudi dan Nasrani (AS dan Israel) memerangi ummat Islam. Dalil2 tentang itu mereka baca. Tapi mereka langgar. Mereka mengira berbuat kebaikan. Padahal mereka berbuat kerusakan. Namun tidak sadar.

Selasa, 25 Juni 2013

Sikap Nabi Terhadap Munafiq, Khawarij, dan Orang Kafir

CintaSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (QS An-Nahl: 125).

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu…” [Ali 'Imran 159]

Inilah sikap Nabi terhadap orang-orang munafiq, Khawarij, dan orang2 Kafir:
Terhadap Abdullah bin Ubay bin Salul, Nabi tidak memeranginya. Tidak juga membunuhnya. Bahkan Nabi mensholati jenazahnya meski dihalang-halangi oleh Umar bin Khoththob ra. Meski kemudian Allah menegur Nabi untuk tidak mensholati jenazah orang2 yang munafik:

Rabu, 22 Mei 2013

Tawadhu' (Rendah Hati)

TawadhuBeda antara orang yg Tawadhu' (Rendah Hati) dan Sombong

"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan." [Al Furqaan 63]

Allah Ta'ala berfirman: "Dan tundukkanlah sayapmu -yakni rendahkanlah dirimu- kepada kaum mu'minin." (al-Hijr: 88)

Jumat, 01 Februari 2013

Bangkrut: Rajin Ibadah Tapi Masuk Neraka

Bagaimana mungkin orang yang rajin Sholat. Bukan cuma sholat Wajib dan sholat sunat rawatib. Tapi juga sholat Duha, Sholat Tahajjud, Sholat Safar, dsb. Rajin puasa. Bukan cuma Ramadhan, tapi Syawal, puasa tengah bulan, Senin-Kamis, bahkan Puasa Daud (sehari puasa sehari buka). Kemudian rajin bayar zakat dan sedekah.


Tapi di hari kiamat, ternyata pahalanya diambil Allah dan diberikan kepada orang2 yang dia zalimi. Orang2 yang dia katai. Orang2 yang dia hina. Dia pukul. Bahkan bunuh.


Saat pahalanya habis dan dosanya masih banyak karena dia menghina orang setiap hari. Memfitnah orang setiap hari, dsb, maka dosa orang2 yang dia zalimi ditimpakan ke dia.


Rabu, 09 Januari 2013

Jangan Berdebat!

[caption id="attachment_3504" align="alignleft" width="300"]Larangan Debat Larangan Debat[/caption]

Sesungguhnya Allah melarang kita berdebat untuk menimbulkan fitnah. Meski itu berkaitan dengan Al Qur'an:


"Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal." [Ali 'Imran 7]


Sabtu, 22 September 2012

Akhlaq Nabi Muhammad SAW

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” [Al Ahzab 21]


“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu…” [Ali 'Imran 159]


Sesungguhnya tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Al-Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim)


Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (HR. Al Bazzaar)


Ketika Aisyah Ra ditanya tentang akhlak Rasulullah Saw, maka dia menjawab, "Akhlaknya adalah Al Qur'an." (HR. Abu Dawud dan Muslim)


Kamis, 23 Agustus 2012

Pendidikan Akhlak dalam Surat Al Hujuraat

Surat Al Hujuraat yang terdiri dari 18 ayat ternyata banyak berisi pendidikan akhlak. Baik Akhlak terhadap Allah dan RasulNya, juga terhadap sesama muslim atau manusia.


Pertama hendaknya kita mengutamakan petunjuk yang diberikan Allah dan Rasulnya. Bukan pendapat kita sendiri:


[49.1] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


Untuk itu selain Al Qur'an, hendaknya kita juga membaca kitab Hadits seperti Bukhari, Muslim, Abu Daud, dsb. Begitu pula kitab-kitab seperti Al Umm susunan Imam Syafi'ie yang syarat dengan hadits dengan pemahaman ulama Salaf yang asli serta kitab Al Muwaththo.


Senin, 05 Maret 2012

Mencintai Allah dan RasulNya Melebihi Diri Sendiri

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ


"...Orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al Baqarah [2] : 165)

Ciri orang yang beriman adalah mencintai Allah dan RasulNya melebihi bapak, anak, saudara, istri, keluarga, kekayaan, bisnis, dan rumah mereka:

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌۭ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ


Selasa, 28 Februari 2012

Menutupi Aib Sesama Muslim

Ceramah Habib Saleh Al Habsyi Jum'at kemarin (24-2-2012) menyatakan bahwa manusia itu sebetulnya penuh dgn aib. Seandainya kita tahu aib masing2, tentu kita tak akan mau menguburkan sesama Muslim. 
Namun Allah memelihara sebagian besar aib kita sehingga tidak tampak. Allah juga memerintahkan kita untuk menutupi aib sesama Muslim dgn larangan Ghibah pada surat Al Hujuraat ayat 12. Demikian pula RasulNya.

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." [Al Hujuraat 12]

Oleh karena itu jika satu aib disebar-luaskan dan dijadikan hiburan, itu sangat memprihatinkan.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup di dunia, niscaya Alloh akan melepaskan darinya kesusahan di hari kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Alloh akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Alloh akan menolong seorang hamba, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Alloh akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Alloh untuk membaca Kitabulloh dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman, rahmat Alloh akan menyelimuti mereka, dan Alloh memuji mereka di hadapan (para malaikat) yang berada di sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat, maka tidak akan disempurnakan oleh kemuliaan nasabnya.” (Hadits dengan redaksi seperti ini diriwayatkan oleh Muslim)

Rabu, 15 Februari 2012

Cara Nabi Menghadapi Perbedaan

Saat ini kadang dalam hal khilafiyyah/furu'iyah, meski masing-masing pihak punya pegangan Al Qur'an dan Hadits, pihak yang lain mencaci yang lainnya. Dari membid'ahkan pihak yang lain, hingga mengkafirkan. Berbagai caci-maki bahkan fitnah dan kebohongan pun dilontarkan. Sungguh jauh dari ajaran Islam.


Sesungguhnya perbedaan pendapat itu hal yang biasa. Di antara Suami-Istri, Kakak-Adik, para Ulama Mazhab seperti Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi'ie, dan Imam Hambali saja biasa terjadi perbedaan pendapat. Bahkan para Nabi pun seperti Nabi Daud dan Nabi Sulayman dijelaskan Allah dalam Surat Al Anbiyaa' ayat 78 dan 79 berbeda pendapat. Jika kita saling menghormati, niscaya perbedaan pendapat itu jadi rahmat. Kita bisa hidup rukun dan damai. Tapi jika tidak bisa menerima bahkan mencaci-maki pihak lain, yang jadi adalah pertengkaran, perceraian, bahkan peperangan.


Bagaimana cara Nabi menghadapi perbedaan?


Kecuali menyangkut masalah prinsip akidah dan hal-hal yang sudah qoth’i, Islam dikenal sangat menghargai perbedaan. Nabi Muhammad mencontohkan dengan dengan sangat indah kepada kita semua.


Kamis, 27 Oktober 2011

Menghormati Jenazah Orang Mati

Saat Qaddafi meninggal, jasadnya seperti dipermalukan oleh para pemberontak NTC. Dengan tubuh nyaris telanjang, mayat Qaddafi ditaruh di lemari pendingin dan dipertontonkan di pasar selama 5 hari hingga membusuk. Orang-orang termasuk anak-anak kecil antri untuk melihat mayatnya dengan memakai masker agar tak mencium bau busuk. Hingga Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin pun muak menyaksikan kelakuan yang biadab seperti itu. Adakah ajaran Islam seperti itu?


Anehnya beberapa aktivis Islam tidak mengecam hal yang tidak sesuai ajaran Islam tersebut. Bahkan menjustifikasinya seolah-olah itu adalah hinaan Allah untuk Qaddafi. Sikap seperti ini mencoreng nama Islam. Orang-orang kafir jadi enggan masuk Islam karena mengira Islam adalah ajaran yang biadab seperti itu.


Selasa, 13 September 2011

Kemuliaan Qana'ah (Merasa Cukup Atas Apa yang Ada)

Qana'ah artinya merasa cukup atas apa yang ada. Orang yang qana'ah selalu gembira dan mensyukuri segala yang diberikan Allah kepadanya meski orang kebanyakan mungkin menganggapnya kecil sekali.


Firman-Nya, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S. Ibrahim [14] : 7).


"Qanaah itu adalah harta yang tak akan hilang dan simpanan yang tidak akan lenyap". (HR. Thabarani dari Jabir).


Rabu, 15 September 2010

Akhlak Islam Cerminan Aqidah Islam


Di bawah adalah satu artikel tentang akhlaq yang sangat menarik.


Sering kita melihat Muslim yang kelihatannya ibadahnya sangat rajin, namun kadang akhlaqnya kurang. Padahal dalam Islam hubungan baik bukan cuma terhadap Allah (Hablum minallahu), namun juga terhadap manusia (Hablum minannas).


Tak jarang ada juga ustad yang tidak/belum pernah tersenyum sehingga terkesan angker/menyeramkan. Banyak juga Muslim yang "Saleh" namun perkataannya nyelekit/menyakitkan orang lain. Padahal Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa tujuan beliau diutus adalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Artinya jika akhlaq seseorang buruk, maka dia bukanlah orang yang saleh meski terlihat rajin shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya.