Tampilkan postingan dengan label Memusuhi Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memusuhi Muslim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Februari 2012

Larangan Mencaci dan Membunuh Sesama Muslim

Saat ini ada sebagian kecil Muslim yang "berjihad" membunuh sesama Muslim lainnya. Sekedar mengingatkan:


Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim itu bersaudara terhadap muslim lainnya, ia tidak boleh menganiaya dan menghinanya. Seseorang cukup dianggap berlaku jahat karena ia menghina saudaranya sesama muslim.”(HR.Muslim)


Termasuk perbuatan mencaci muslim di antaranya adalah menyakiti, mencela, mengadu domba serta senang menyebarkan gosip yang tidak benar, mencemarkan nama baik sehingga bisa merusak keluhuran martabat saudaranya, dan membuka rahasia pribadi yang tidak patut diketahui orang lain.


Rabu, 30 November 2011

Haram Berteman dengan Kafir Harbi dan Membunuh Sesama Muslim

[caption id="attachment_753" align="aligncenter" width="640" caption="Arab Saudi Pinjamkan Pangkalan Militer Kepada AS untuk Serang Iraq"]Arab Saudi Pinjamkan Pangkalan Militer Kepada AS untuk Serang Iraq[/caption]

Ciri-ciri ummat Islam adalah bersikap lemah lembut terhadap sesama Muslim. Yaitu orang-orang yang mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan, Malaikat, Kitab Suci Al Qur'an, Nabi Muhammad sebagai Nabi yang terakhir, dan Hari akhir serta menjalankan 5 rukun Islam:


"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." [Ali 'Imran 159]


Rabu, 26 Oktober 2011

Jangan Mudah Mengkafirkan Sesama Muslim

Sesungguhnya ada 6 Rukun Iman (Allah, Malaikat, Kitab Suci, Nabi, Hari Akhir, dan Qadla serta Qadar) dan 5 Rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat Syahadah, Shalat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, Zakat, dan Haji jika mampu). Jika mengingkari salah satunya, misalnya tidak mau shalat, baru kita bisa mengatakan orang itu kafir. Atau mengaku ada Nabi setelah Nabi Muhammad.


Namun jika tidak, kita harus hati-hati dalam mengkafirkan seseorang. Karena dosanya besar. Jika yang dituduh tidak kafir, maka kitalah yang kafir.