Rabu, 04 Maret 2015

Jangan Minta Dalil untuk Berbuat Kebaikan

Untuk berbuat kebaikan, jangan minta dalil, kemudian akhirnya tidak berbuat kebaikan hanya karena "tidak ada dalilnya".
Dari 1 juta kebaikan yang dilakukan Nabi, belum tentu 1000 yang terekam oleh para sahabat di dalam hadits.
Cukuplah firman Allah ini:
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. Al Baqarah 110

Rabu, 14 Januari 2015

Agar Amal Tidak Sia-sia...


Ini adalah hadits yang menghebohkan. Karena menjelaskan hadits ini, KH Quraisy Shihab dicaci kaum Wahabi sbg sesat karena menyatakan Nabi tidak dijamin masuk surga karena AMALNYA. Padahal Nabi Muhammad SAW pasti masuk surga tapi karena RAHMAT ALLAH. Bukan karena AMALNYA (ini menurut hadits di bawah):

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda: “Tidak ada seseorang yang dimasukkan ke surga oleh amalnya.” Lalu ada yang bertanya: “Tidak pula engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak pula saya, kecuali Tuhanku melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.” (HR. al-Bukhari [5673, 6463] dan Muslim [2816]).

Jika kita kaji lebih jauh, ternyata benar. Amal saja tidak cukup. Jika yang beramal saja bisa tidak masuk surga, apalagi yang tidak beramal. Coba kita kaji ayat2 Al Qur'an dan Hadits lainnya agar jelas. Jangan tergesa2 berhenti di sini.

Rabu, 17 Desember 2014

Jangan Merasa Paling Benar atau Paling Suci

Jangan Merasa Paling Benar atau Paling Suci. Allah melarang kita begitu:

“…Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” [An Najm 32] 

Mengapa Iblis yang dulu begitu mulia dan rajin bertasbih dan beribadah kepada Allah di surga dengan para malaikat akhirnya diusir Allah dari surga dan dikutuk selama-lamanya? Karena Iblis itu sombong:

“Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.”Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk.Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” [Shaad 75-78]

Selasa, 16 Desember 2014

Sunat Bagi Perempuan itu Sunnah


Ceramah agama Islam oleh KH Ismail bin Abdulghoni saat khitanan keponakan. Di antaranya sunat itu wajib bagi kaum pria. Ini agar bersih sehingga kotoran tidak menumpuk di kulfa/kulub.
Ada pun khitanan untuk wanita, 99% ulama berpendapat sunnah. Ini pendapat yang kuat. Khitan untuk wanita ini sebetulnya sekedar ditoreh saja hingga luka. Jadi tidak begitu sakit bagi bayi yang tali pusarnya baru saja dipotong.

Khitan bagi wanita ini membuat wanita jadi sensitif. Mudah dipuaskan. Ada pun jika tidak disunat, maka tidak sensitif. Sehingga wanita tsb jadi "buas" seperti wanita2 di Barat yang tidak merasa cukup dengan hanya 1-2 pria. 

Senin, 24 November 2014

Tidak Usah Mengurusi Orang Lain?

Tidak usah mengurusi orang lain. Urus saja dirimu sendiri?
Negara ini ibarat kapal laut yang berlayar di tengah lautan. Ada 1000 orang penumpang. Andai ada 1 orang saja yang membolongi kapal dengan bornya, apakah yang 999 orang lainnya harus diam saja dan mengurusi diri sendiri? Jika kapal tenggelam, semua penumpang ikut tenggelam. Bukan cuma orang yang membolongi kapal saja.

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati dengan kebenaran dan nasihat menasihati dengan kesabaran.” [Al ‘Ashr 2-3]

Rabu, 17 September 2014

Hati-hati Terhadap Doa Orang yang Dizalimi / Teraniaya


Meski Allah melarang kita mendoakan orang lain agar celaka / dapat bencana, namun khusus terhadap orang-orang yang dizalimi / dianiaya Allah membolehkannya. Jadi saat seseorang dizalimi dan disakiti dan dia mendoakan orang yang menyakitinya agar ditimpa musibah, Allah akan mengabulkannya.

Allah swt telah berfirman:

لا يحب الله الجهر بالسوء من القول إلا من ظلم وكان الله سميعا عليما


" Allah tidak suka seseorang mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman tersebut ; dan Allah itu maha mendengar dan maha mengetahui." ( 148 : an-Nisa)

Jadi meski ada orang yang kafir atau jahat, hendaknya kita tetap berlaku adil. Tidak berlebihan dan menzalimi mereka. Sebab doa orang yang teraniaya meski mereka itu kafir dan jahat, tetap dikabulkan oleh Allah SWT.

Senin, 15 September 2014

Sholat Malam

Ceramah KH Dr Mohamad Hidayat MBA Ceramah KH Dr Mohamad Hidayat MBA
Majelis Taklim di Masjid At Taubah Malam Senin 14 September 2014.
KH Dr Mohamad Hidayat MBA menerangkan bahwa setelah usia 40 tahun, kemungkinan besar manusia itu sudah stabil. Jika di usia 40 tahun dia saleh, insya Allah saleh seterusnya. Tapi jika maksiat, niscaya maksiat seumur hidupnya. Di Al Qur'an 3x disebut hal 40 tahun.
Para sahabat Nabi cenderung tidak mau tidur di tempat tidur mereka dengan harapan bisa bangun untuk sholat malam. Nabi sholat malam hingga bengkak kakinya.

Kemudian disinggung mengenai Tauhid yang merupakan ilmu pokok / dasar yang harus dipelajari. Selain itu ada ilmu Fiqih yang memungkinkan banyak penafsiran.

Selasa, 12 Agustus 2014

Bersyukur Kepada Allah

Bersyukur artinya berterimakasih kepada yang memberi nikmat/hadiah kepada kita melalui hati yang tulus, dengan pujian secara lisan, dan perbuatan yang menyenangkan si pemberi nikmat tersebut.

Iman terbagi menjadi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. (HR. Al-Baihaqi)

Jika kita mendapat kurnia dari Allah, hendaklah kita ucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah).

Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya  “Laailaha illallah”. Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan  “Alhamdulillah”, jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan  “Astaghfirullah” dan jika ditimpa musibah dia berkata  “Inna lillahi wainna ilaihi roji’uun.” (HR. Ad-Dailami)

Sabtu, 09 Agustus 2014

Introspeksi Diri / Muhasabah

Dalam beragama, sebetulnya kita tidak perlu menuduh orang, misalnya KH Said Aqil Siradj, KH Quraisy Shihab, dr Joserizal Jurnalis sbg Syi'ah. Kenapa? Andai mereka benar Syi'ah, apakah anda masuk surga? Dan jika bukan Syi'ah, bukankah anda berdosa dan masuk neraka? Tidak ada untungnya.

Di dalam kubur dan di akhirat, anda tidak ditanyai apakah orang2 di atas Syi'ah apa bukan. Tapi siapa Tuhan Anda, Apa kitab anda, Siapa Nabi Anda? Kemudian anda nanti ditanya amal perbuatannya mulai dari 5 rukun Islam seperti sholat, puasa, zakat, dsb itu benar atau tidak? Apakah harta anda halal / haram? Apakah tangan dan kaki anda menyakiti orang atau justru bermanfaat. Begitu.

Kita tidak ditanya mengenai dosa orang lain. Itu tanggung jawab masing2:

Senin, 04 Agustus 2014

Apakah Nabi Tidak Pernah Berbuat Salah?

Apakah Nabi Tidak Pernah Berbuat Salah?
Mengkaji hal ini harus hati-hati dan teliti. Khawatirnya nanti sesat. Baca dari awal sampai akhir. Tidak boleh ada kata yang terlewati. Jika ada yang aneh menurut anda, coba ulangi hingga 3 kali membacanya.

Rasulullah SAW bersabda: “Setiap Bani Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat”. (HR.at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan ad-Darimi). 

Hadits ini senada dengan ungkapan bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Allah SWT berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. (QS.al-Kahfi : 110)