Minggu, 08 November 2009

Sifat 20: Sifat Allah yang Penting dan Wajib Kita Ketahui


Ilmu Tauhid (Aqidah/Iman) adalah hal yang paling penting yang harus dipelajari setiap Muslim. Bahkan harus dipelajari lebih dulu sebelum kita mempelajari/melakukan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan sebagainya. Bagaimana kita bisa tergerak untuk melakukan ibadah jika dalam hati kita tidak ada iman? Bagaimana kita bisa ikhlas dan khusyuk beribadah jika kita tidak tahu/tidak yakin akan Allah dan sifat-sifatNya?

Banyaknya ummat Islam di Indonesia yang menjadi murtad itu karena mereka nyaris tidak mempelajari dan meyakini ilmu Tauhid sehingga akhirnya tidak tahu Sifat-sifat Tuhan yang asli/sejati. Akhirnya mereka menyembah Tuhan yang sifatnya berlawanan dari sifat Allah seperti menyembah 3 Tuhan dan sebagainya.


Pada Ilmu Tauhid ini diasumsikan orang belum memiliki iman yang kuat kepada Allah, apalagi Al Qur’an. Oleh karena itu dalilnya pun yang pertama dipakai adalah dalil Akal/Logika (Aqli). Setelah beriman, baru dalil Naqli (Al Qur’an) dikemukakan. Pada ilmu tentang Iman, maka Akal harus digunakan. Ada pun jika sudah beriman dan mengenai fiqih misalnya kenapa kalau kentut bukan (maaf) pantat yang dibasuh, tapi harus mencuci anggota badan lainnya, maka dalil Naqli (Al Qur’an dan Hadits) yang harus dipakai. Pada Tauhid, Aqli harus dipakai. Pada Fiqih, Naqli yang dipakai.

Karena itulah Allah dalam Al Qur’an juga kerap menggunakan dalil Akal/Logika kepada kaum yang kafir atau imannya masih lemah. Hanya orang yang berakal saja yang dapat pelajaran.

“...Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” [Ali ‘Imran 7]

Allah juga kerap memakai ilmu pengetahuan seperti penciptaan langit dan bumi sebagai tanda bagi orang yang berakal:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” [Ali ‘Imran 190]

“dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal.” [Al Jaatsiyah 5]

Lihat ayat Al Waaqi’ah ayat 58 hingga 72. Allah menggunakan logika kepada manusia (termasuk kita yang membaca surat tersebut) agar menggunakan akal kita:

“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah 58-59]

“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah 72]

Allah menggunakan logika dan perumpamaan-perumpamaan (Tamtsil/Ibarat) agar orang yang berakal/berilmu meski dia belum beriman jadi berfikir dan beriman kepada Allah.

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” [Al ‘Ankabuut 43]

Baca juga ayat Al Hasyr 21, Al Kahfi 45, Al Kahfi 54, Ar Ruum 58, Az Zumar 27, dsb. Ada 58 ayat lebih tentang perumpamaan yang dikenal sebagai logika analogi.

Contoh perumpamaan itu adalah ayat Al A’raaf 176, Al 'Ankabuut 41, Al Baqarah 17, Al Baqarah 171, Al Baqarah 261, Al Baqarah 264, dan sebagainya.
Keliru sekali jika ada orang yang menolak sama sekali penggunaan dalil Akal atau Logika apalagi jika itu ditujukan pada orang yang belum atau masih tipis imannya. Karena itu, banyak orang-orang yang dulunya kafir, akhirnya masuk Islam. Bayangkan, bagaimana mungkin orang mau mempercayai Al Qur’an (firman Allah) jika kepada Allah saja dia belum beriman? Karena itulah pendekatan akal digunakan.

Berbagai firman Allah seperti Afalaa Ta’qiluun, La’allakum Tatafakkaruun, Ulil Albaab merupakan perintah Allah pada manusia untuk menggunakan akal atau fikiran termasuk dalam beragama.

Sifat Allah itu banyak/tidak terhitung. Namun seandainya ditulis 1 juta, 1 milyar, atau 1 trilyun, tentu kita tidak akan sanggup mempelajarinya bukan? Seorang ulama menulis 20 sifat yang wajib (artinya harus ada) pada Tuhan/Allah. Jika tidak memiliki sifat itu, berarti dia bukan Tuhan atau Allah. Minimal kita bisa memahami dan meyakini 13 dari sifat tersebut agar tidak tersesat. Setelah itu kita bisa mempelajari sifat Allah lainnya dalam Ama’ul Husna (99 Nama Allah yang Baik)

Video Sifat 20 bisa dilihat di sini:


Sifat-sifat itu adalah:

1. Wujud (ada)

Allah itu Wujud (ada). Tidak mungkin/mustahil Allah itu ‘Adam (tidak ada).
Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.

Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih komplek.

Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya!

Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.

Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.

Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]

Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.

Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?

Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?

Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakkan benda tersebut di bawah mikroskop yang amat kuat).

Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada?

Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.

Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!

Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]

Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:

“Allah lah Yang meninggi-kan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia berse-mayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]

Artikel lengkap tentang Bukti Tuhan itu Ada dapat anda lihat di www.media-islam.or.id

Hikmah: Kunci Iman menyembah Allah. Kalau orang tidak mempercayai Allah itu ada, maka dia adalah Atheist. Tidak mungkin bisa ikhlas dan khusyu’ menyembah Allah.

2. Qidam (Terdahulu)

Allah itu Qidam (Terdahulu). Mustahil Allah itu Huduts (Baru).

“Dialah Yang Awal ...” [Al Hadiid:3]

Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Allah yang menciptakan langit, bumi, serta seluruh isinya termasuk tumbuhan, binatang, dan juga manusia.
“Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu..?” [Al Mu'min:62]

Oleh karena itu, Allah adalah awal. Dia sudah ada jauh sebelum langit, bumi, tumbuhan, binatang, dan manusia lainnya ada. Tidak mungkin Tuhan itu baru ada atau lahir setelah makhluk lainnya ada.

Sebagai contoh, tidak mungkin lukisan Monalisa ada lebih dulu sebelum pelukis yang melukisnya, yaitu Leonardo Da Vinci. Demikian juga Tuhan. Tidak mungkin makhluk ciptaannya muncul lebih dulu, kemudian baru muncul Tuhan.

3. Baqo’ (Kekal)

Allah itu Baqo’ (Kekal). Tidak mungkin Allah itu Fana’ (Binasa).
Allah sebagai Tuhan Semesta Alam itu hidup terus menerus. Kekal abadi mengurus makhluk ciptaannya. Jika Tuhan itu Fana’ atau mati, bagaimana nasib ciptaannya seperti manusia?

“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati...” [Al Furqon 58]

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” [Ar Rahman:26-27]

Karena itu jika ada “Tuhan” yang wafat atau mati, maka itu bukan Tuhan. Tapi manusia biasa.

Hikmah: Jika kita mencintai Allah yang Maha Kekal dan selalu ada dan menjadikanNya teman serta pelindung, niscaya kita akan tetap sabar meski kehilangan segala yang kita cintai.

4. Mukhollafatuhu lil hawaadits (Tidak Serupa dengan MakhlukNya)

Allah itu berbeda dengan makhlukNya (Mukhollafatuhu lil hawaadits). Mustahil Allah itu sama dengan makhlukNya (Mumaatsalaatuhu lil Hawaadits). Kalau sama dengan makhluknya misalnya sama lemahnya dengan manusia, niscaya “Tuhan” itu bisa mati dikeroyok atau disalib oleh manusia. Mustahil jika “Tuhan” itu dilahirkan, menyusui, buang air, tidur, dan sebagainya. Itu adalah manusia. Bukan Tuhan!

Allah itu Maha Besar. Maha Kuasa. Maha Perkasa. Maha Hebat. Dan segala Maha-maha yang bagus lainnya.

“...Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia...” [Asy Syuura:11]

Misalnya sifat “Hidup” Allah beda dengan sifat “Hidup” makhluknya. Allah itu dari dulu, sekarang, kiamat, dan hingga hari akhirat nanti tetap hidup. Sebaliknya makhluknya seperti manusia dulu mati (tidak ada). Setelah itu baru dilahirkan dan hidup. Namun itu pun hanya sebentar. Paling lama 1000 tahun. Setelah itu mati lagi dan dikubur. Jadi meski sekilas sama, namun sifat “Hidup” Allah beda dengan makhlukNya.

Demikian juga dengan sifat lain seperti “Kuat.” Allah selalu kuat dan kekuatannya bisa menghancurkan alam semesta. Sementara manusia itu dulu ketika bayi lemah dan ketika mati juga tidak berdaya. Saat tidur pun manusia sama sekali tidak berdaya. Saat hidup pun jika kena tsunami atau gempa apalagi kiamat, dia akan mati.

5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya)

Allah itu Qiyamuhi Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya). Mustahil Allah itu Iftiqoorullah (Berhajat/butuh) pada makhluknya.

“.. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Al ‘Ankabuut:6]

“Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” [Al Israa’ 111]

Di dunia ini, semua orang saling membutuhkan. Bahkan seorang raja pun butuh penjahit pakaian agar dia tidak telanjang. Dia butuh pembuat bangunan agar istananya bisa berdiri. Dia butuh tukang masak agar bisa makan. Dia butuh pengawal agar tidak mati dibunuh orang. Dia butuh dokter jika dia sakit. Saat bayi, dia butuh susu ibunya, dan sebagainya.

Sebaliknya Allah berdiri sendiri. Dia tidak butuh makhluknya. Seandainya seluruh makhluk memujiNya, niscaya tidak bertambah sedikitpun kemuliaanNya. Sebaliknya jika seluruh makhluk menghinaNya, tidaklah berkurang sedikitpun kemuliaanNya.

“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” [ Faathir 15]
Hikmah: Tidak sombong dan memohon hanya kepada Allah. Karena Manusia ketika lahir butuh bantuan. Demikian pula ketika mati meski dia kaya dan berkuasa

6. Wahdaaniyah (Esa)

Allah itu Wahdaaniyah (Esa/Satu). Mustahil Allah itu banyak (Ta’addud) seperti 2, 3, 4, dan seterusnya.

Allah itu Maha Kuasa. Jika ada sekutuNya, maka Dia bukan yang Maha Kuasa lagi. Jika satu Tuhan Maha Pencipta, maka Tuhan yang lain kekuasaannya terbatas karena bukan Maha Pencipta.

Dan jika ada lebih dari 1 Tuhan, bukan tidak mungkin akan ada pertempuran antar Tuhan tersebut. Di satu negara saja jika ada 2 orang yang ingin jadi kepala negara, bisa jadi peperangan.

”Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan yang lain beserta-Nya. Kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu” [Al Mu’minuun:91]

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." [Al Ikhlas:1-4]

Oleh karena itu, ummat Islam harus menyembah Tuhan Yang Maha Esa/Satu, yaitu Allah. Tidak pantas bagi ummat Islam untuk menyembah Tuhan selain Allah.

”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]

Hikmah: Tidak mempersekutukan Allah

7. Qudrat (Kuasa)

Sifat Tuhan yang lain adalah Qudrat atau Maha Kuasa. Tidak mungkin Tuhan itu ‘Ajaz atau lemah. Jika lemah sehingga misalnya bisa ditangkap, disiksa, dan disalib, maka itu bukan Tuhan yang sesungguhnya. Hanya manusia biasa.

”... Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” [Al Baqarah:20]

”Jika Dia kehendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian tidak sulit bagi Allah.” [Fathiir:16-17]

Hikmah: menyadari kekuasaan Allah dan tawakal kepada Allah.

8. Iroodah (Berkehendak)

Sifat Allah adalah Iroodah (Maha Berkehendak). Allah melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Mustahil Allah itu Karoohah (Melakukan sesuatu dengan terpaksa).

“…Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” [Huud:107]

“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.” [Al Baqarah:117]

“…Katakanlah : "Maka siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Fath:11]

Hikmah: tawakal kepada Allah dan selalu berdoa kepada Allah

9. Ilmu (Mengetahui)

Allah itu berilmu (Maha Mengetahui). Mustahil Allah itu Jahal (Bodoh). Allah Maha Mengetahui karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu.
Sedangkan manusia tahu bukan karena menciptakan, tapi sekedar melihat, mendengar, dan mengamati. Itu pun terbatas pengetahuannya sehingga manusia tetap saja tidak mampu menciptakan meski hanya seekor lalat.

“Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" [Al An’aam:59]

“Katakanlah: Sekiranya lautan jadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu." [Al Kahfi:109]

“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’:176]

10. Hayaat (Hidup)

Allah itu Hayaat (Maha Hidup). Tidak mungkin Tuhan itu Maut (Mati). Jika Tuhan mati, maka bubarlah dunia ini. Tidak patut lagi dia disembah. Maha Suci Allah dari kematian/wafat.

“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup kekal Yang tidak mati...” [Al Furqaan:58]

11. Sama’ (Mendengar)

Allah bersifat Sama’ (Maha Mendengar). Mustahil Tuhan bersifat Shomam (Tuli).

Allah Maha Mendengar. Mustahil Allah tuli.

“... Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah:256]

12. Bashor (Melihat)

Allah bersifat Melihat. Mustahil Allah itu ‘Amaa (Buta).

“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [Al Hujuraat:18]

Hikmah: takut berbuat dosa karena Allah selalu melihat kita

Lebih jauh tentang Sifat Bashor bisa anda lihat di:


13. Kalam

Allah bersifat Kalam (Berkata-kata). Mustahil Allah itu Bakam (Bisu)

“...Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” [An Nisaa’ 164]
Jika kita meyakini ini, tentu kita tidak akan menyembah berhala yang tidak bisa bicara sebagai Tuhan [Al Anbiyaa’ 63-65]

Demikianlah sifat-sifat Allah yang penting yang wajib kita ketahui agar kita tahu mana Tuhan yang asli dan mana yang bukan.

Jika sifat-sifat Tuhan itu kita pahami dan yakini, niscaya kita tidak akan menyembah 3 Tuhan atau Tuhan yang Mati atau Tuhan yang Lemah, dan sebagainya. Kita hanya mau menyembah Allah yang memiliki sifat-sifat di atas dengan sempurna.

Ada pun sifat-sifat ke 14-20 sesungguhnya merupakan bentuk Subyektif/Pelaku dari Sifat nomor 7-13 yaitu:

14. Qoodirun: Yang Memiliki sifat Qudrat
15. Muriidun: Yang Memiliki Sifat Iroodah
16. ‘Aalimun: Yang Mempunyai Ilmu
17. Hayyun: yang Hidup
18. Samii’un: Yang Mendengar
19. Bashiirun: Yang Melihat
20. Mutakallimun: Yang Berkata-kata

Insya Allah semua sifat-sifat Allah itu berdasarkan dalil Al Qur’an yang kuat jadi harus kita yakini kebenarannya. Ilmu Tauhid ini begitu penting. Sebab itu cetaklah dan sebarkanlah pada keluarga dan teman-teman anda untuk memperkuat aqidah mereka.

Sebagai manusia tentu tulisan ini tak lepas dari lupa dan salah. Insya Allah perbaikan dan penyempurnaan bisa anda dapatkan di www.media-islam.or.id

Silahkan lihat juga:


Referensi:



  • Pelajaran Tauhid, Yayasan Pendidikan Agama dan Bahasa Arab An Nur, Kp. Jatijajar II Rt 05/08 No. 1 Cimanggis Depok, Telpon: 021-8747519

  • Ceramah Ustad Mohammad Hidayat MBA, di Masjid At Taubah Kebon Nanas Selatan, Otista, Jakarta Timur.

103 komentar:

  1. ust tolong penulisan lafal surat
    “Allah lah Yang meninggi-kan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia berse-mayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]

    KALO ALLOH BERSEMAYAM BERARTI SAMA DENGAN MAKLUK DONG tad, ini dah bagus cuma kurang pas penulisan nya

    BalasHapus
  2. @Yanto: Itu adalah terjemahan Al Qur'an ke dalam Bahasa Indonesia yang telah dilakukan para ulama baik di Indonesia mau pun Kerajaan Arab Saudi. Insya Allah sudah tepat.

    Meski dalam Al Qur'an disebut Allah itu Bashor (Melihat) dan Sami' (Mendengar), dan juga Istiwa (Bersemayam), itu bukan berarti Allah itu sama dengan makhluk.

    Jika kita belajar Tauhid dari Kitab Sifat 20 ada disebut sifat Allah "Mukhollafatuhu lil Hawaadits": Allah berbeda dengan makhluknya. Dalam surat Al Ikhlas disebut Wa lam yakun lahuu kufuwwan ahad: Tidak ada satu pun yang setara dengan Allah.

    Melihatnya Allah dengan makhluknya beda. Pandangan Allah bisa menembus bukan hanya lapisan bumi, bahkan lebih. Allah bisa melihat semut hitam di atas batu hitam di malam yang kelam.

    Mendengarnya Allah pun beda dengan makhluknya. Allah bahkan bisa mendengar meski itu hanya dalam hati manusia.

    “… Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah:256]

    Mengetahui Allah juga beda dengan makhluknya. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur atau biji yang jatuh tanpa Allah ketahui (Al An'aam 59).

    BalasHapus
  3. Mohon izin mas aku dounloud sifat 20 Allah, abis ada yang tanya sih.Smoga bermnfaat

    BalasHapus
  4. Ririn engla pamalia4 Maret 2010 19.14

    Subhanallah ...
    Ustadz saya minta izin untuk mengcopy catatan ini ..
    Untuk saya bagikan keteman2 saya di facebook ..
    Terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  5. Ass, wr.wb,
    Mohon ijin DL File 20 Sifat Alloh.
    * semoga berguna utk yang lain.

    Thanks

    BalasHapus
  6. Ass. mohon ijin ustad....untuk saya copy...mau saya pelajari
    thx
    wass.

    BalasHapus
  7. Wa'alaikum salam wr wb
    Silahkan didownload.
    Jika disebarluaskan/copy paste, mohon sanad/sumber (www.media-islam.or.id) ditulis agar jika ada update/perbaikan, pembaca bisa melihatnya.
    Jazakumullah atas penyebaran ilmu ini. Semoga bermanfaat.

    Wassalam

    BalasHapus
  8. Mohon izin untuk mengkopy teks ini. Semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

    BalasHapus
  9. Terimakasi Alloh Ridho.! mohon ijin sy copy artikelnya, mudah2 berkenan, hanya allah sebaik2 pembalas.! amin.

    BalasHapus
  10. Ass. wr wb. Mohon izin untuk download dalam rangka tugas anak saya kelas 2 SD. Syukron katsir. Wassalam

    BalasHapus
  11. musa beryl haq ^_^5 April 2010 22.08

    assalamualaikum ustad q mau tanya ...???? boleh kan

    BalasHapus
  12. Ya ikhwan saya mohon izin nge-download untuk keperluan anak temen saya yang di SD.
    Syukron Kasyir.

    BalasHapus
  13. angga permana9 Mei 2010 00.32

    ustad saya juga mohon meng copy tulisan di atas buat adik saya belajar semoga bermanfaat

    BalasHapus
  14. thohirul rasyid13 Mei 2010 15.30

    ustad saya juga mohon meng copy tulisan di atas buat saya pelajari..

    BalasHapus
  15. aduh stad ,didalam hadis menyebut sesungguhnya Allah memiliki 99 nama & sifat dan di AlQuran juga dengan jelas Allah menyebutkan sifat yang penting lain seperti Ar rahman ,Ar rohim ,Al`aziz ,Al hakim,dll lalu kita bagaimanakan sifat tersebut stad ?.mohon penjelasan bedasarkan bukti dalil yang kuat stad .

    BalasHapus
  16. Silahkan disebarluaskan/copy paste, mohon sanad/sumber (www.media-islam.or.id) ditulis agar jika ada update/perbaikan, pembaca bisa melihatnya.
    Jazakumullah atas penyebaran ilmu ini. Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  17. [...] http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui [...]

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah bgs bgt pak ustad..
    Minta izin u di DL y pak ustad...

    BalasHapus
  19. Ass, mohon ijin untuk mengchopy teks ini pak Ustad.

    BalasHapus
  20. Mohon izin copas tad, semoga bermanfaat bagi diri saya pribadi dan orang lain yg membacanya.

    BalasHapus
  21. assalamu'laikum...
    ijin copas....buat bahan..

    BalasHapus
  22. mhn izin mengcopynya, semoga barakah. amin

    BalasHapus
  23. Kakak, ade mohon ijin copas sipat Allah buat belajar , minta ridho ikhlasnya ya....! makacih ka.....semoga Allah berikan manfa'at.Amiin.

    BalasHapus
  24. mohon ijin copas :D

    BalasHapus
  25. Wa'alaikum salam
    Silahkan dicopas/copy.
    Jangan lupa tulis sumbernya dari:
    http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui

    BalasHapus
  26. Assalamu'alaikum Wr Wb
    Mohon izin mengcopy

    BalasHapus
  27. Assalamu'alaikum wr wb
    Kepada para pembaca untuk lebih yakin adanya sifat 20 bisa di lihat pada Kitab Matan atau Syarah TIJAAN AD-DARURI karangan Syech Nawawi Bantani

    BalasHapus
  28. Terima kasih....
    ini membantu

    BalasHapus
  29. minta ijin copy Pak Ustad, untuk belajar. Wasallammualaikum WrWb

    BalasHapus
  30. terima kasih banyak pak ustad dan mohon maaf sekaligus minta ijin untuk meng copy. sukron katsir .....

    BalasHapus
  31. wahh.. bisa menambah ilmu q nech pak ustad, trim's atas informasinya,izin copas pak ustad...

    BalasHapus
  32. mohon izin ustadz.... untuk mendowlound. semoga berokah...

    BalasHapus
  33. ass ,sya mau ijin copy buat bikin materi. makasih .. wass.

    BalasHapus
  34. assalamualaikum wr.wb
    saya juga ingin mencopy tulisannya untuk belajar ustadz mohon izin....
    wasalamualaikum wr.wb

    BalasHapus
  35. zikril Ariliusra16 September 2010 00.08

    Allhuakbar !!! mari kita jadikan alamat ini menjadi forum (PCA) Pelajar Cinta Akhirat!!!

    BalasHapus
  36. bgus bnget.leh minta kn buat bhan pljrn.

    BalasHapus
  37. Alhamdulillah mudah-mudahan menambah iman saya dan teman-teman.
    Terimakasih.
    salam,
    Sudarisman

    BalasHapus
  38. Assalamu'alikum wr wb Ustad...

    Akhi, ijin kopas ya....
    semoga Allah membalas akhi dengan syurga "amien"
    semoga ilmu yang akhi miliki membawa berkah untuk umat....!!!!
    salam kenal .... (^_^)

    BalasHapus
  39. copy artikelnya ya...umat islam wajib mengetahui sifat-sifat ALLAH SWT.
    semoga anda selalu diridhoi ALLAH SWT

    BalasHapus
  40. cinta terhadap sesama manusia karna kita mengenalinya,tp suatu saat ia pasti akan lupa, tapi mengenali ALLAH maka akan setia slamanya...

    BalasHapus
  41. Ass....
    Terima kasih telah membagi ilmu
    semoga diterima amalnya
    Numpang Copy Ya...?

    BalasHapus
  42. NGOPY EUI....MAKASIH TAD!!

    TERUS BERIKAN KITA INFORMASI2 YG LEBIH LAGI. KARENA IMAN KITA MASA KINI TELAH MULAI TERKIKIS PADA KEMAJUAN TEKNOLOGI YG MEMPENGARUHINYA GILA2AN...THNK

    BalasHapus
  43. Saudara Yanto,,,

    Anda harus belajar lagi tentang ilmu tauhid.

    yang menyatakan tentang Allah dalam Al Qur an itu,bukan pengarang biasa, tetapi Allah 'azza wa jalla sendiri yang mewahyukannya.

    jangan anda menilai sesuatu itu sebatas pengetahuan anda saja...

    BalasHapus
  44. Mohon izin copas&download

    BalasHapus
  45. ass.....
    terimakasih atas ilmu yang telah diberikan melalui media islam net ini sehingga saya dapat ilmu nya.semoga sukses selalu acranya..........!

    BalasHapus
  46. ass...videonya gak bs di download y.....
    mnta ilmunya ya....
    makasih

    BalasHapus
  47. mohon izin buat ngopi....pak ustasd..n sblmnya trimakasih

    BalasHapus
  48. ustad,. saya sering mendengar istilah
    kenali dirimu maka kamau akan mengenal tuhanmu,.
    tolong di jelasin dong ustad

    BalasHapus
  49. assalamu'alaikum tad...ane mhon share ya,trims.

    BalasHapus
  50. askum ustaz izin saya copy artikal ni untuk rujukkan saya.t.kasih

    BalasHapus
  51. Assalamualaikum Ustazd, saya izin meng-copy artikel ini buat pelajaran bagi keluarga saya dan ini saya tempatkan di http://datakeluargaku.blogspot.com/
    Semoga ilmu ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terima kasih, salam hormat buat semua.

    BalasHapus
  52. as... maaf sebelum, sya udah terlanjur ngopi, minta ridho ya ustazd

    BalasHapus
  53. [...] dari http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/ [...]

    BalasHapus
  54. Terima kasih atas penjelasan dan pemaparannya. ijin untuk copas yah ustadz.

    BalasHapus
  55. Mohon izin copas, makasih pak ustad :)

    BalasHapus
  56. Syukran jazakallah atas semuanya...mohon izin copy n sampaikan pada y lain. wassalam..

    BalasHapus
  57. arif asarofa12 Juni 2011 21.15

    maaf, mohon ridho-nya, tulisannya sudah saya posting di asarofa.tumblr.com
    mudah - mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat.

    BalasHapus
  58. suhatman elahmed13 Juni 2011 07.58

    izin copy pak ustadz..

    BalasHapus
  59. ijin copas..

    itu jdulnya spertinya salah...kalo boleh usul judul ini lebih baik maknanya "20 Sifat Alloh" dari pada judul yang sekarang "Sifat 20 Alloh".
    judul yang sekarang maknanya bisa kabur menjadi Alloh itu ada 20. pdahal Alloh itu ESA.

    BalasHapus
  60. Makasih bnyak ustaz atas sharenya.
    moga jadi amal sholeh disisiNya.
    amiin

    BalasHapus
  61. Assalamu'alaikum, Mohon Ma'af, Izin Copy ya....

    BalasHapus
  62. Emads ttkkdh kedaung17 Juli 2011 19.31

    Al hamdulillah.. Hingga saat ini.. Bertambah lagi tauhid sy semkin merasakan kebenaran adanya. Ya Allah yang maha pemurah lagi maha agung. Tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan.. ...

    Salam PCA ... Tetap semangat dijalan yang lurus. Allahu akbar.

    BalasHapus
  63. Alhamdullillah.
    Terimakasih telah menemukan artikel ini, ini pernah diajarkan waktu kecil sekarang banyak lupanya.
    Minta Ridhonya telah di print agar mudah dibaca-baca.
    Wassalam

    BalasHapus
  64. Ass. mohon ijin artikelnya saya copy boleh nggak ?

    BalasHapus
  65. Terima kasih semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk memperkuat ke imanan kita, dan bisa meyakinkan pada orang - orang yang belum kuat imannya

    BalasHapus
  66. izin copy pak ustadz, jazakumullah.

    BalasHapus
  67. mohon ijin COPAS pak Ustadz

    BalasHapus
  68. Assalaamualaikum ustad,

    Terimakasih atas penjelasannya mengenai 20 Sifat Allah...

    Minta Ridhonya Ustad untuk Copas...
    Wasalam

    BalasHapus
  69. minta izin dan mohon maaf ana copy.

    BalasHapus
  70. ijin copaas juga ustadz....

    BalasHapus
  71. trimakasih pak ustad :) ini mengingatkan saya pada-Nya

    BalasHapus
  72. Mohon izin copy ya ustadz
    Tks

    BalasHapus
  73. Silahkan dicopas.
    Jangan lupa sebutkan sanad/URLnya dari: http://media-islam.or.id

    BalasHapus
  74. mohon izin p'ustad copas'y, klo boleh sy tau sifat allah dari 14-20 dalil'y apa yah... terimakasih

    BalasHapus
  75. Ada pun sifat-sifat ke 14-20 sesungguhnya merupakan bentuk Subyektif/Pelaku dari Sifat nomor 7-13 yaitu:

    14. Qoodirun: Yang Memiliki sifat Qudrat
    15. Muriidun: Yang Memiliki Sifat Iroodah
    16. ‘Aalimun: Yang Mempunyai Ilmu
    17. Hayyun: yang Hidup
    18. Samii’un: Yang Mendengar
    19. Bashiirun: Yang Melihat
    20. Mutakallimun: Yang Berkata-kata
    Dalilnya sama bisa dilihat di sifat2 di atas.

    BalasHapus
  76. Subhanallah, syukran jazzakallah atas ilmu ini, menyadarkan kita untuk : jangan menjadi sombong dalam menjalani hidup, apalah arti ukuran kita (kepintaran, kekayaan, harta, fisik) di dunia ini, karena ada Allah Yang Maha Memiliki Kehidupan..

    BalasHapus
  77. Alhamdulilah. mohon ijin pak ustad untuk mengcopynya

    BalasHapus
  78. Assalaamu'alaikum ustad,
    apa tidak sebaiknya ustad menggunakan sifat/ asma Alloh dengan redaksi sebagaimana di Al Qur'an tanpa membuat-buat. Sehingga yang 99 itulah yang harus ada.
    sedangkan bila memakai 20 sifat maka itu sifat wajib untuk Tuhan sedangkan Alloh berkehendak untuk menamakan diri-Nya dengan 99 nama (yang kita tahu) sekaligus sifat-Nya yang mulia itu.
    terima kasih

    BalasHapus
  79. Wa'alaikum salam,
    Coba pak Muhe tunjukkan link website yang memuat penjelasan 99 nama/sifat-sifat Allah yang rinci dan jelas sehingga dipahami oleh orang awam. Atau coba pak Muhe tulis ulang di satu blog tentang 99 nama dan sifat Allah secara rinci dan jelas dan tunjukkan URLnya kepada kita.
    Saya lihat tidak ada. Jika pengajarnya saja tak mampu membuat itu, apalagi orang2 awam tak mungkin bisa menghafal dan memahaminya.
    Dengan memahami 20 sifat Allah saja seperti Allah itu Ada, Allah itu Satu, Maha Hidup, Baqo, Maha Awal, dsb itu sudah bagus. Itu ada di dalam Al Qur'an. Jadi keliru orang yg bilang itu bid'ah/dibuat2. Memangnya Allah tidak pernah menyebut sifat Allah itu Esa atau Satu?

    Coba perhatikan Surat Al Ikhlas. Tidak semua dari 99 sifat Allah tercantum di situ. Yang ada hanya Ahad (Satu), Shomad (tempat bergantung), tidak dilahirkan atau melahirkan, dan tak ada satu pun yang setara dengannya. Adakah itu artinya surat Al Ikhlas itu dibuat2 karena tak memuat lengkap 99 nama/sifat Allah?

    Padahal di satu hadits, surat Al Ikhlas itu disebut sebagai 1/3 Al Qur'an nilainya. Demikian pula surat Al Fatihah yang disebut sebagai Ummul Qur'an atau Induk Al Qur'an itu ringkas saja. Hanya 7 ayat dan hanya memuat sebagian dari 99 nama Allah.

    Khawatirnya kelompok yang menyebut pengajaran Sifat 20 ini justru orang yang mematikan dakwah Islam sehingga aqidah Islam mengenai sifat2 Allah tidak bisa diajarkan kepada orang awam. Akhirnya ummat bisa dimurtadkan dengan mudah. Banyak ummat Islam yang murtad jadi menyembah Tuhan Bapak, Tuhan Anak (yang dilahirkan dan juga mati), dan Roh Kudus. Padahal jika mereka paham Allah itu Satu, Allah Maha Hidup, Allah Awal, Allah itu Kekal, tak mungkin mereka menyembah Tuhan seperti itu.

    Apalagi 99 nama Allah itu jangankan dipahami, dihafal saja sulit. Dan orang yg mampu mengajarkan semuanya (bukan cuma terjemah), hingga saat ini di internet dan juga di darat belum saya temui. Paling cuma 10-12 sifat Allah saja.

    BalasHapus
  80. assalammu,alaikum ustad,,,,
    minta izin buwat copa,,,,

    makasih juga share,nya,,,,
    moga dapat bermanfaat,,,,

    BalasHapus
  81. terimakasih... atas penjelasanya,sebelumnya saya sudah tahu sebagian tentang sifat 20 dan asmaulhusna namun setelah saya membaca artikel ini betapa saya terkagum2 dengan penjabarannya dan saya hampir menitikan air mata betapa manusia tidak ada apa2 dimata Allah......ya..Allah ampunilah segala dosa saya,berikanlah petunjuk-MU agar saya bisa mengenalMU lebih jauh lagi dan lebih beriman lagi KepadaMU...amin

    BalasHapus
  82. asslm izin copy ustaz......!

    BalasHapus
  83. "Assalamualaikum...Pak Ustadz,...Mohon izin d copy

    BalasHapus
  84. Assalamu'alaikum Ustadz, Mohon izin copas

    BalasHapus
  85. assalamu'alaikum
    salam kenal, mohon izin copy dan taut pada link kami http://ppalisyk.blogspot.com
    semoga ustadz mendapat ridho dari Allah SWT. amin.
    ini bagus sekali...tirms Wass.

    BalasHapus
  86. Terima kasih atas penjelasan dan pemaparannya.ijin
    untuk compas yah ustadz........

    BalasHapus
  87. wujud qidam baqo mokhollafatu lil hawaadist qiyamuhu binafsihi wahdaniyah qudrat irodah ilmu
    hayaat sama bashor kalam qoodirun muriidun aalimun
    hayyun samii'un bashiirun mutakalimun

    BalasHapus
  88. Wa'alaikum salam wr wb,
    Buat semuanya, silahkan dicopy.
    Jangan lupa sebut sumber/sanadnya dari:
    http://media-islam.or.id

    BalasHapus
  89. assalaamualaikum,,ijin copy ustad,, trimakasih

    BalasHapus
  90. Assalamualaikum..

    makasih udah kasih izin copasny y pak :)

    BalasHapus
  91. Sylviana Yuriyanti7 April 2012 16.01

    Assalamu'alaikum........... terima kasih downloadnya...............Wassalam.............

    BalasHapus
  92. Pak Ustad, mohon maaf saya sudah copy buat saya pelajari dan Insya Allah saya beritahu yang lainnya, terima kasih pak Ustand

    BalasHapus
  93. Silahkan pak.
    Semoga jadi ilmu yang bermanfaat.

    BalasHapus
  94. Sylviana Yuriyanti11 April 2012 02.53

    mf sebelumnya download tanpa pamit n makasih ruangnya, semoga akidah islam tetap terjaga hingga akhir zaman, amin..................

    BalasHapus
  95. Yoga Pratama Sukandar11 April 2012 18.34

    Assalamu'alaikum...ijin copas pak ustad...jadi ingat ngaji subuh" waktu kecil baca 20 sifat ini sambil dinadakan...

    BalasHapus
  96. Silahkan dicopas dan disebar-luaskan.
    Jangan lupa sumber link/URL ditulis agar jika ada perbaikan, yg lain bisa melihatnya juga.

    BalasHapus
  97. syukron katsiiron

    BalasHapus
  98. [...] Sebagai manusia tentu tulisan ini tak lepas dari lupa dan salah. Insya Allah perbaikan dan penyempurnaan bisa anda dapatkan di www.media-islam.or.id [...]

    BalasHapus
  99. Artikel yang Sangat Bermanfaat,,Semoga membawa keberkahan Ilmu...

    BalasHapus
  100. assalamualaikum ustaz..sy mohon copy artikel ini bg tujuan pelajaran buat keluarga.

    BalasHapus
  101. makasih banyak pa ustad, mohon ijin mau copy

    BalasHapus
  102. [...] Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui/ [...]

    BalasHapus