Selasa, 15 Januari 2008

Maut atau Kematian

Kita pernah menyaksikan bagaimana Soeharto yang dulu merupakan Presiden Indonesia yang sangat ditakuti dan berkuasa di Indonesia terbaring lemah tidak berdaya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Hanya 2 organ tubuhnya saja yang berfungsi. Itu pun sudah dibantu dengan berbagai alat kedokteran yang paling canggih. Puluhan dokter membantunya, namun mereka nyaris tidak mampu berbuat apa-apa untuk membuat Soeharto sehat seperti sebelumnya.


Soeharto tidak sadarkan diri. Dia tak mampu untuk melihat, mendengar, atau berbicara. Bahkan cairan terus membanjiri paru-parunya sehingga harus dipompa keluar.



Setiap yang bernyawa, termasuk manusia pasti akan merasakan mati. Dan kepada Allah-lah mereka akan kembali:


Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” [Al ’Ankabuut:57]


Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” [Al Anbiyaa’:35]


Hingga saat ini belum pernah ada manusia yang tidak pernah mati. Saat ini tidak ada orang yang berumur lebih dari 200 tahun dan belum mati.


Pada saat manusia diciptakan, Allah sudah menentukan ajal kematiannya. Kapan orang itu mati sudah ditetapkan:


”Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu)..” [Al An’aam:2]


Pada saat ajal/maut tiba, tidak ada seorang pun yang dapat memajukan atau memundurkan meski hanya sekejap:


”...Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula dapat memajukannya.” [Yunus:49]


Seseorang tidak akan mati kecuali jika Allah mengizinkan:


”Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya...” [Ali ’Imran:145]


Oleh sebab itu pada berbagai kecelakaan, pada berbagai bencana, ada orang yang mati, ada pula orang yang selamat dengan izin Allah.


Sebaliknya, jika saat kematian telah tiba, meski seseorang berlindung di dalam benteng yang kokoh, dilindungi jutaan pengawal, dirawat ribuan dokter, dia tetap akan mati:


”Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh...” [An Nisaa’:78]


Dalam ayat di bawah Allah menjelaskan, saat nafas sudah sampai di kerongkongan seseorang dan akan keluar, siapa yang dapat menyembuhkannya? Meski seluruh manusia dan jin bersatu (termasuk para dokter dan tabib), niscaya orang itu tidak akan sembuh dan meninggal dunia:


Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?", dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia),


kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.” [Al Qiyaamah:26-30]


Orang yang zalim akan mendapat siksa:


“…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.” [Al An’aam:93]


diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.” [Ibrahim:17]


Mereka ingin kembali hidup ke dunia agar bisa tobat dan beriman kepada Allah. Tapi hal itu sia-sia:


(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)” [Al Mu’minuun:99]


Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan."


Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin." [As Sajdah:11-12]


Pada saat ajal menjelang / sakarotul maut, taubat tidak akan diterima. Banyak orang yang terus berbuat dosa dan menzalimi orang lain. Mereka menipu, mencopet, merampok, membunuh, menindas orang lain, dan sebagainya. Mereka tidak henti berbuat dosa dan baru akan bertobat ketika maut sudah di depan mata. Pada saat itu tobat sia-sia seperti tobatnya Fir’aun:


”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang." Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” [An Nisaa’:18]


Banyak orang yang ketika sehat atau berkuasa tidak pernah memikirkan untuk bertobat. Padahal itulah saat yang terbaik.


Padahal maut itu niscaya akan datang meski kita berusaha untuk menghindar:


”Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” [Qaaf:19]


Orang yang zalim akan disiksa. Sebaliknya orang yang beriman dan banyak berbuat kebaikan, niscaya dimasukkan ke surga:


Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. ” [Ali ’Imran:185]


Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dia akan mati. Bahkan seorang dokter di rumah sakit pun yang banyak melihat orang mati, belum tentu dia menyadari bahwa dia juga akan mati. Tidak sadar akan gelapnya alam kubur dan kengerian hari Akhir. Akibatnya dia lupa dan malas untuk beribadah kepada Allah SWT. Banyak juga orang yang melayat orang yang meninggal namun tidak ingat bahwa dia juga akan menyusul dan meninggal.


Oleh sebab itu hendaknya kita ingat bahwa kita akan meninggal dan bertemu dengan Allah, Raja dari segala Raja. Pada saat semua raja-raja, kaisar-kaisar, dan presiden-presiden sudah dimatikan dan dibangkitkan dari kubur, Hanya Allah yang berkuasa menaklukan segalanya:


”Dialah Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan membawa perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan manusia tentang hari pertemuan (hari kiamat). Yaitu hari ketika mereka keluar dari kubur; tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. Lalu Allah berfirman: "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.” [Al Mu’min:15-16]


Berikut video lagu Wali yang berjudul Tomat (Taubat Maksiat) yang mudah-mudahan mengingatkan kita kepada mati:



3 komentar:

  1. mudah-mudahan berguna.amin

    BalasHapus
  2. YOVANDA WIRABUANA24 Januari 2010 01.40

    Alhamdulilah kami sudah di ingatkan
    semoga allah membalas dengan kemuliaannya....
    klo boleh saran mungkin topik saat orang menjelang sakaratul maut nihhhhhh....

    agar semua orang bisa mengerti....

    BalasHapus
  3. Semoga kita akan termasuk orang-orang yang beruntung kelak. Amin..

    BalasHapus